Bahaya Meletakan Ponsel Di Pinggang

By | 15 December 2015

Sebuah peneliti pernah mengadakan penelitian yang di adakan di Universitas Suleyman Demireli, Turki, yang diterbitkan di Journal of Craniofacial Surgery, menemukan temuan bahwa ada defisiensi Conner kepadatan tulang pinggul bagi orang yang sering menaruh ponsel di dairah pinggang.

Dengan melakukan pemeriksaan dengan sinar X yang biasanya di lakukan pada penderita osteoporosis, peneliri mengukur kepadatan tulang panggul sebanyak 150 wholesale jerseys orang yang selalu terbiasakan menaruh posel di dairah pinggang. Orang-orang tersebut sudah terbiasa membawa ponsel selama 15 jam dalam satu hari dan menggunakannya rata-rata sudah selama 6 tahun.

Hasil yang di dapatkan para peneliti bahwa kepadatan mineral tulang yang di sisi tulang panggul yang ponsel terletak di bagiannya jauh berkurang dengan tulang panggul yang ponsel sangat sedikit fake ray bans memiliki kontak dengannya.

<img class="aligncenter size-full wp-image-973" src="http://www.sarankesehatan.com/wp-content/uploads/2015/12/Bahaya-Meletakan-Ponsel-Di-Pinggang.jpg" alt="Bahaya Meletakan Ponsel cheap nfl jerseys Di Pinggang” width=”663″ height=”498″ />

Selanjutnya, peneliti dr. Tolga Atay beserta rekan timnya mengumumkan saat jumpa pers, walaupun selisih angka kepadatan mineral pada tulang tidak jauh dan signifikan dibanding orang yang menderita osteoporosis, anomali kepadatan tulang pada orang yang selalu membawa ponsel di pinggang mungkin di sebabkan paparan gelombang elektromagnetik dari piranti ponsel.

Orang yang di ikut sertakan dalam penelitian tersebut rata-rata orang yang usianya sudah 32 tahun. Tim peneliti juga berhipotesa kepada orang yang mempunyai umur lebih tua serta memiliki risiko osteoporosis akan lebih besar, penurunan tulang juga akan lebih signifikan.

Oleh sebab itu di sarankan agar custom jerseys risiko osteoporosis semakin kecil untuk mulai memelihara diri dari paparan kontak dalam waktu yang panjang gelombang elektromagnetik ponsel seperti para peneliti telah menjelaskannya.

Opini Lain

Frank Barnes, PhD, seorang profesor dalam bidang elektro dan teknik komputer di Universitas Colorado, Boulder perna mengungkapkan bahwa tidak ada peneliti lain yang mencari efek paparan radiasi ponsel pada densitas atau kepadatan tulang. Beliau mengungkapkan bahwasanya gelombang elektromagnetik sebetulnya sudah pernah di gunakan dalam percobaan untuk merangsang pertumbuhan tulang kepada orang yang mengalami patah tulang yang sulit untuk di sembuh. Para peneliti yang lain juga menunjukan bahwa gelombang elektromagnetik juga bermanfaat untuk menguatkan tulang pada penderita osteoporosis.

Akan tetapi , Atay dan rekan timnya memperjelas bahwasanya gelombang elektromagnetik yang di jadikan pada penelitian-penelitian yang di sebutkan di atas memiliki frekuensi yang rendah (15 – 72 Hz), oakley outlet akan tetapi ponsel umumnya memiliki frekuensi 900 – 1800 MHz.

Itulah penjelasan para peneliti tentang bahaya ponsel. Sekian dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *