Bolehkah Bayi Menjadi Vegetarian

By | 22 March 2016

Saat ini orang tua banyak membiasakan bayi mereka menjadi vegetarian. Lalu orang akan bertanya, bagai mana dengan nutrisi anak jika anak menjadi vegetarian?

Memang anak yang masih di dalam masa-masa pertumbuhan sangat memerlukan nutrisi yang lengkap agar anak tumbuh dengan optimal. Sebetulnya anak tidak mengapa kalau menjadi vegetarian, akan tetapi orang tua harus lebih perhatian di dalam menjaga kebutuhan gizi anak.

Sebuah penelitian mengatakan, sekalipun anak vegetarian akan lebih sedikit mengkonsumsi kalori di banding yang nonvegetarian, akan tetapi anak vegeratian pada kenyataannya bisa mempunyai asupan pemasukan kalori yang mencukupi apabila tepat pemilihan asupannya.

Bolehkah Bayi Menjadi Vegetarian

Beberapa Aliran Vegetarian

Di bawah ini ada beberapa aliran atau variasi vegetarian yang merupakan aliran yang paling umum.

Vegans

  • Bayi yang vegetarian tidak mengkonsumsi protein hewani sama sekali.
  • Bayi yang vegetarian mengambil asupan protein dari kacang-kacangan, tempe, dan tahu. Dan telah di ketahui protein biologis yang terkandung di tahu dan tempe lebih rendah dari yang terkandung di daging.
  • Bayi yang vegetarian memperoleh asupan kalsium dari lentil, prodok kedelai, dan sayuran hijau.
  • Orang tua harus sangat memperhatikan asupan mineral anak, seperti zat besi, kerena zat besi kebanyakannya terkandung di dalam daging, sehingga anak vegetarian lebih besar risiko mengalami kekurangan zat besi. Anak di takutkan mengalami anemia di kemudian hari bila mana anak terus menerus kekurangan zat besi.

Fruitarian

Para penganut aliran ini lebih selektif lagi di dalam memilih makanan, ialah hanya kepada golongan buah-buahan.

Lacto-ovo vegetarian

Aliran yang menganut ini masih di bolehkan mengonsumsi turunana produk hewani, semisal keju, olahan susu, susu, dan telur. Pada penganut Lacto-ovo vegetarian, kebutuhan asam amino essential yang berasal dari protein hewani masih bisa terpenuhi untuk keperluan tumbuh kembang anak.

Vegetarian pada Bayi           

Bayi yang tulen diet vegan akan mempengaruhi postur tubuhnya. Postur tubuh bayi yang tulen diet vegan akan lebih kecil dari pada bayi yang tidak vegetarian.

Bayi yang di biasakan diet lacto-ovo vegetarian sampai dewasa, penelitian mengatakan anak tersebut bisa memiliki tumbuh kembang yang sama baiknya degan pola deit yang biasa saat anak sudah dewasa.

Anak yang menjadi vegetarian akan memiliki risiko kekurangan zat gizi yang ada pada makanan hewani menjadi lebih tinggi, seperti kalsium, besi, vitamin D, vitamin B12, dan lemak. oleh sebab itu orang tua perlu mengetahui makanan lain yang mengandung zat gizi tersebut, seperti sumber lemak dari kacang-kacggan, besi dari bayam, kalsium dari bayam dan brokoli, vitamin D dari bayam dan brokoli.

Sekarang terserah pada orang tua mau menjadikan anaknya vegetarian murni, lacto-ovo, atau jenis yang lain. Ada baiknya sebelum memutuskan berkonsultasi dulu kepda doter. Sekian dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *