Mitos Dan Fakta Tentang MPASI

By | 24 March 2016

Setelah anak berumur 6 bulan, anak tidak lagi cukup mendapatkan energi dari semata-maha dari ASI, ketika itulah anak memerlukan sumber energi tambahan dari bahan makanan yang padat. Mengetahui MPASI atau makanan pendamping ASI sangat perlu bagi orang tua untuk bekal orang tua memberikan makanan yang terbaik untuk buah hatinya.

Banyak masyarakat yang memahami tentan MPASI, namun tidak semua yang di pahami benar. Oleh sebab itu di bawah ini akan di jelaskan tentang fakta MPASI.

Mitos Dan Fakta Tentang MPASI

Semakin Cepat Melakukan MPASI Semakin Baik

WHO dalam “Complementary feeding: Family foods for breasfed children”, merekomandesikan, MPASI pada bayi sebaiknya di mulai setelah umur bayi 6 bulan.

Dengan saran dari dokter, ibu bisa lebih awal memberikan MPASI di usia bayi sekitar 4-6 bulan, namun dengan sarat, pertama Berat badan bayi tidak naik dengan memadai, padahal pemberian ASI sudah denagn optimal. Kedua Bayi terlihat sangat cepat lapar, padahal pemberian ASI cukup.

Seangkan di bawah 4 bulan anak tidak bulih di berikan MPASI, kerena fungsi motorik lidah anak belum berkembang dengan sempurna dan pencernaan anak masih belum matang untuk mencerna makanan padat.

Frekuensi Menyusui Hendaknya Di Kurangi Saat Anak Mulai MPASI

WHO merekomendasikan frekuensi menyusui tetap harus dipertahankan sama seprti sebelumnya. Dan sebaiknya memberikan makana padat setelah bayi menyusu. Tidak perlu membatasi bayi ketika dia hendak menyusu. ASI masih menjadi sumber energi utama bayi di saat awal-awal MPASI.

Ketika usia bayi sudah 12-13 bulan, 35-40% kebutuhan energi bayi masih di penuhi oleh ASI. Selain yang demikian, ASI juga sangat di butuhkan untuk tumbuh kembang anak, kerena ASI sumber asam lemak esensial yang sangat di butuhkan bayi.

Madu Merupakan Bahan Makanan Yang Sehat Dan Baik Di Berkan Kepda Bayi

Hendaknya ibu jangan memberikan madu kepada anak yang kurang dari 12 bulan, kerena di takutkan bakteri Clostridium botulinum telah mencemari madu. Bakteri tersebut bisa menimbulkan konstipasi pada bayi, lemas, hilangnya nafsu makan, dan gangguan pernapasan. Biasanya gejala bakteri ini terjadi 3-30 hari sesudah bayi mengkonsumsi madu.

Anak baru boleh di beri madu setelah umurnya satu tahun, kerena pencernaan anak sudah lebih matang dan pertahanannya akan lebih kuat untuk menghindari bakteri-bakteri pencemar makanan.

Itulah beberapa penjelasan tentang mitos dan fakta tentang MPASI. Sekian dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *